Makan Salad Bikin Gemuk? Ini Sebabnya!

Hmm…salad. Saat mendengar kata ini, kita pasti membayangkan beragam sayuran warna warni seperti hijaunya selada, wortel berwarna orange, kubis berwarna putih, merahnya tomat, kuningnya jagung, dan banyak lagi. Salad juga disajikan segar atau tanpa ada proses pemanasan dahulu. Lalu, kenapa makan salad bisa bikin gemuk? Yuk kita coba perhatikan seksama.

Pertama, faktanya mayoritas salad mengandung sayuran segar yang tinggi serat dan rendah kalori. Namun, kita sering melewatkan salad dressing-nya. Kebanyakan kita memilih mayonaise yang creamy tapi ternyata mengandung tinggi lemak yang tinggi kalori. Hmm.. Saatnya mengurangi jumlah salad dressing yang Anda gunakan. Kenapa tidak beralih dengan salad dressing yang “Bebas Lemak” saja? Kita tetap harus memeriksa kandungan lainnya meskipun pada label tercantum kandungan bebas lemak. Umumnya, salad dressing bebas lemak akan menambahkan sirup jagung untuk memperbaiki rasa tetapi terlalu banyak gula juga tidak cocok untuk program diet Anda. Jadi, Anda tetap boleh memilih salad dressing biasa tapi dengan jumlah yang sedikit dan sebaiknya tidak dituangkan ke salad karena biasanya akan butuh banyak saus. Dan, pilih salad dressing yang mengandung lemak baik.

Kedua, ganti croutons dengan protein. Umumnya, croutons atau sejenis roti tawar yang digoreng kering menjadi tambahan dalam salad. Rasanya memang enak si?!! Tapi… Ini hanya akan menambah beban asupan kalori Anda saja. Croutons terbuat roti yang berbahan dasar tepung terigu dan cara mengolahnya dengan digoreng kering sehingga mengandung lemak dari minyak goreng. Sebaiknya tambahkan protein seperti telur, udang, salmon, atau dada ayam. Untuk mengurangi kalori dari lemak, hindari cara memasak dengan digoreng.  Contonhnya seperti memasak telur dengan direbus atau dikukus, udang ditumis, salmon dipanggang, atau ayam dipanggang. Anda juga bisa menambahkan protein nabati seperti tempe atau tofu.

Protein sangat dibutuhkan untuk membentuk masa otot yang dipakai untuk membakar lemak saat berolahraga. Jadi, Anda wajib memasukkan protein dalam diet Anda. Protein juga memiliki efek thermic (TEF) yang paling tinggi yang berarti tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencerna dan menyerap zat gizi ini. Sehingga tubuh Anda akan membakar kalori lebih banuak jika Anda mengonsumsi protein. Pastikan pilih asupan protein yang bebas lemak ya!

Ketiga, toping keju melimpah hanya akan menambah asupan kalori dari kandungan lemak keju. Jika hanya ingin menambah rasa pada salad, cukup taburkan sedikit keju saja. Variasi salad juga beragam mulai dari tambahan kulit tacos yang digoreng kering. Sayangnya, ini akan menambah kalori dari karbohidrat dan lemak.

Jangan lupa untuk selalu mencuci bersih sayurannya dan pisahkan salad dressing nya ya. Selamat mencoba!